Flasher Elektronik
Sebenarnya, ini kerjaan awal tahun 2009, berawal dari iseng –
iseng. Menunggu waktu hari libur habis. tapi baru sempat diposting
sekarang, setelah catatan yang “berantakan” dikumpulkan kembali… :P
Waktu itu, idenya… si Seksi Vega mau tak kasih lampu sein yang pake
Lampu LED (Light Emiting Diode), yang aslinya si seksi Vega pake lampu
pijar. Cuma, ternyata…. flasher [perangkat saklar otomatis lampu sein
supaya kedip2] orisinil si seksi Vega gak cocok sama lampu LED.
Setelah hunting info kesana – kemari, dapat info kalo lampu seinnya
mau diganti pake Lampu LED, mesti pake flasher elektronik [flasher
orisinil si Vega masih mekanik, pake relay magnet]. Nah dari sini, ide
baru muncul… daripada beli. Mending bikin ajah… sekalian nyalurin hobi n
ilmu waktu masih muda dulu [sekarang juga masih koq :P]
Singkat cerita, setelah mengobservasi dan memeriksa, termasuk
“menggerayangi” bagian sensitif si seksi [maksudnya bagian sistem
kelistrikan si seksi, terutama sistem lampu sein]
Dan ini skemanya… [CMIIW]

Kembali ke proyek!!
Setelah mempelajari skema tadi, trus nyari2 referensi plus buka2 buku primbon 101 rangkaian elektronika [yang udah agak lecek, n itu juga fotokopian … :D]. Dapet deh 1 rangkaian buat gantiin Flasher mekaniknya si seksi Vega, rangkaian elektronik murah n meriah…coz gampang dapetin komponennya di toko2 elektronik… ini skemanya ;
Ini bahan2 nya :- IC timer NE555 : 1 buah (jangan lupa juga soket IC 8 kaki yak??)
- Resistor : 68K Ohm, 39K Ohm n 100 ohm masing2 1 buah
- Capasitor elektrolit : 10uF/35V 2 buah, & 100uF/ 35V. 1 buah (orang sering bilang Elko)
- Capasitor keramik : 1nF, 1 buah
- Transistor PNP tipe TIP32, 1 buah
- Diode IN4148, 1 buah
- PCB (printed circuit board) berlubang secukupnya
- Kabel secukupnya
- Flasher bekas, untuk diambil kaki soketnya.
ini barang jadinya, flasher mekanik & elektronik (before n after…. hehehe)

ini waktu pasangnya… rapi kan?


– bisa untuk lampu LED dan lampu pijar
– biaya murah, apalagi jika pake barang2 bekas (bahan yg saya pake rata2 bekas, kecuali IC dan transistor, Rp. 4.000)
– tegangan dan arus beban, 12 V dan 5 Amp. (datasheet transistor TIP 32)
Kekurangan :
– rangkaian bekerja terus walaupun tanpa lampu sein menyala, (sementara cari rangkaian alternatif untuk mengatasinya)
– konsumsi arus tanpa beban ; 400 mA
Selamat Mencoba, !!! :)
PS:
untuk yang membutuhkan rangkaian flasher dengan tegangan kerja diatas 12 V, bisa menggunakan rangkaian ini :

komponen tambahan :
- 1 IC regulator 12 V, LM 7812
- 1 Elco 100uF/35 V
rangkaian ini hampir sama dengan rangkaian awal, hanya saja kita pisahkan antara tegangan kerja IC1 dengan tegangan kerja beban (Load, L) dengan memakai ic regulator 12 V LM 7812.
untuk transistor Q1, dapat ditambahkan pendingin dari alumunium secukupnya, untuk menjaga transistor tersebut tidak overheat, yang dapat merusak Transistor.
Sumber : http://maztheno.wordpress.com/2012/12/08/flasher-elektronik/






